Sosialisasi Bahaya Narkoba Di SMP Negeri 1 Sumedang
DOI:
https://doi.org/10.56135/jsm.v5i2.396Kata Kunci:
kepemimpinan divisional, sosialisasi, pencegahan, zat adiktif, Pengabdian MasyarakatAbstrak
Penyalahgunaan zat adiktif pada remaja usia sekolah menengah pertama masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan fisik, kesehatan mental, dan masa depan peserta didik. Rendahnya pemahaman siswa mengenai jenis dan dampak zat berbahaya tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa sosialisasi pencegahan penyalahgunaan zat adiktif yang dilaksanakan bekerja sama dengan lembaga penanggulangan narkotika nasional dan pihak sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Sumedang. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengertian, jenis, dan bahaya zat adiktif melalui pendekatan kepemimpinan divisional dalam pengelolaan kegiatan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi secara langsung oleh narasumber, sesi diskusi dan tanya jawab, pengucapan ikrar bersama, serta lomba pembuatan poster digital sebagai tindak lanjut edukasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara informal, dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pengertian zat adiktif, dampak kesehatan, psikologis, sosial, dan hukum, serta jenis-jenis zat yang umum disalahgunakan, meskipun sebagian siswa masih memerlukan penguatan materi mengenai klasifikasi zat tersebut. Kegiatan ini membuktikan bahwa kepemimpinan divisional yang terkoordinasi mampu mendukung keberhasilan program edukasi pencegahan di lingkungan sekolah.
Referensi
Amalia. (2024). Analisis upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada siswa sekolah menengah pertama melalui pendekatan sosialisasi (studi kepustakaan). Jurnal Pendidikan dan Sosialisasi, 12(2), 45–58.
Badan Narkotika Nasional. (2023). Laporan tahunan BNN. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Cahyawati. (2024). Peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta didik melalui sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Jurnal Edukasi dan Pencegahan Narkoba, 8(1), 22–35.
Chandler, R. C., & Plano, J. C. (2008). The public administration dictionary (2nd ed.). ABC-CLIO.
Dolly. (2022). Implementasi kegiatan sosialisasi sebagai upaya preventif dalam pengenalan bahaya narkoba pada siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 78–89.
Hasibuan, M. S. P. (2009). Manajemen: Dasar, pengertian, dan masalah. Bumi Aksara.
Kartono, K. (2018). Pemimpin dan kepemimpinan: Apakah kepemimpinan abnormal itu? Rajawali Pers.
Kerzner, H. (2018). Project management: A systems approach to planning, scheduling, and controlling (12th ed.). John Wiley & Sons.
Pasolong, H. (2019). Teori administrasi publik. Alfabeta.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Pearson Education Limited.
Saputra. (2020). Peran guru bimbingan dan konseling dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui layanan informasi dan sosialisasi di sekolah menengah. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(2), 112–125.
Siagian, S. P. (2002). Kepemimpinan organisasi & perilaku administrasi. Gunung Agung.
Sirait. (2025). Efektivitas sosialisasi bahaya narkoba dalam meningkatkan pemahaman remaja melalui metode pre-test dan post-test. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 55–68.
Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. The Autodesk Foundation.
Yukl, G. (2010). Leadership in organizations (7th ed.). Pearson Education.
Kusdinar, R. (2024). Digital leadership: Trends, practices, and future directions. Twist, 20(3), 329-340.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rosalia Asifa, Cindi Aprilia, Devina Rizky Fadila, Davina Octaviani N H, Irsan Abdilah Permana, Ridwan Aditia, Rika Kusdinar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



