Jurnal Semarak Mengabdi
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm
<div class="col-md-4 col-xs-4"><strong>e-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220203400723504">2827-9980</a></strong></div> <div class="col-md-4 col-xs-4"><strong>Jurnal Semarak Mengabdi </strong>adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh STIA Bengkulu. <strong>Jurnal Semarak Mengabdi</strong> merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.</div> <div class="col-md-4 col-xs-4"><strong>Jurnal Semarak Mengabdi</strong>, berisi berbagai kegiatan Mahasiswa dan Dosen sebagian besar di STIA Bengkulu dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</div>STIA Bengkuluid-IDJurnal Semarak Mengabdi2827-9980Penguatan Jiwa Kewirausahaan Kreatif dan Inovatif Di Era Modern Pada Komunitas Muda Berdaya Kota Bengkulu
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/350
<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat jiwa kewirausahaan kreatif dan inovatif pada anggota Komunitas Muda Berdaya Kota Bengkulu. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman mengenai konsep kewirausahaan, terbatasnya kemampuan dalam mengidentifikasi peluang usaha berbasis potensi lokal, serta kurang optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan dan pemasaran usaha. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing dan kemandirian ekonomi generasi muda di era modern.</p> <p>Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan pelatihan difokuskan pada penguatan mindset kewirausahaan, pengembangan kreativitas dan inovasi usaha, identifikasi peluang bisnis, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Selanjutnya, dilakukan pendampingan dalam penyusunan ide usaha dan model bisnis sederhana yang disesuaikan dengan potensi peserta.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam bidang kewirausahaan, kemampuan mengembangkan ide usaha kreatif, serta peningkatan motivasi untuk berwirausaha secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang produktif, inovatif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan ekonomi di era modern.</p> <p> </p>Harri AgustinSuwarni SuwarniAhmad Soleh Zoniarti ZoniartiRamadan Subhi
Hak Cipta (c) 2026 Harri Agustin; Suwarni; Ahmad Soleh; Zoniarti; Ramadan Subhi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-062026-07-0652717810.56135/jsm.v5i2.350Peran Generasi Muda Dalam Pemberitaan Isu Lingkungan Untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/351
<p><em>Krisis lingkungan di Indonesia, termasuk Bandar Lampung, menuntut</em> <em>peran aktifmasyarakat terutama pada generasi muda. Pemberitaan</em> <em>Isu Lingkungan (Jurnalisme lingkungan) berperan menjembatani</em> <em>fakta ilmiah yang kompleks dengan pemahaman publik serta</em> <em>mendorong perubahan perilaku dan kebijakan pro-lingkungan.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi</em> <em>pemberitaan isu lingkungan siswa SMAN 1 Bandar Lampung,membekali keterampilan praktis peliputan, menumbuhkan kesadaran</em> <em>terhadap isu lokal, dan mendorong konten media sekolah</em> <em>berwawasan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan 17 Desember 2025(09.00-12.00 WIB) dengan ceramah interaktif, diskusi kelompok,praktik lapangan (observasi dan wawancara), serta demonstrasi</em> <em>penulisan berita dengan diikuti 125 siswa. Hasil menunjukkan 82%peserta mampu menulis berita berstruktur (judul, lead, isi, penutup)dan 74% mencantumkan minimal empat dari enam unsur</em>5W+1H.<em>IIsu</em> <em>sampah plastik paling sering diangkat, selaras dengan temuan</em> <em>Environmental Outlook 2025 yang menunjukkan sampah sebagai</em> <em>perhatian utama generasi muda.Kegiatan ini mendukung pencapaian</em> <em>SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi</em> <em>Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim),dan</em> <em>SDG 15 (Ekosistem Daratan). Simpulan dari pelatihan jurnalisme</em> <em>lingkungan berbasis praktik lapangan efektif ini membangun</em> <em>kesadaran ekologis dan keterampilan literasi kritis pada generasi</em> <em>muda.</em></p>Fajar SasorLies Kumara DewiHenni Kusumastuti Neysa Amallia Erwin Putubasai
Hak Cipta (c) 2026 Fajar Sasor; Lies Kumara Dewi; Henni Kusumastuti; Neysa Amallia; Erwin Putubasai
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-2352798410.56135/jsm.v5i2.351Pendampingan Pengembangan Usaha Bay Tat Fadly Melalui Studi Tiru Pada Bakpia Juwara Satoe
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/358
<p>Usaha Bay Tat Fadly merupakan usaha kecil yang bergerak di bidang produksi kue tradisional khas Bengkulu yang menghadapi tantangan dalam pengembangan usaha, meliputi keterbatasan inovasi produk, manajemen produksi, strategi pemasaran, serta pengelolaan usaha secara menyeluruh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pengembangan usaha Bay Tat Fadly melalui pembelajaran langsung dengan mengadopsi praktik terbaik dari usaha bakpia yang telah berhasil berkembang secara signifikan. Metode yang digunakan adalah studi tiru, yaitu kunjungan langsung ke Bakpia Juwara Satoe di Yogyakarta untuk mengamati dan mempelajari sistem produksi, pengemasan produk, manajemen kualitas, serta strategi pemasaran yang telah terbukti berhasil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemilik usaha memperoleh wawasan baru terkait standardisasi proses produksi, inovasi kemasan yang menarik dan higienis, serta pengelolaan pemasaran berbasis digital. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari studi tiru tersebut kemudian diterapkan pada usaha Bay Tat Fadly sehingga berdampak pada peningkatan kualitas produk, daya saing usaha, dan perluasan jangkauan pasar. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan studi tiru efektif sebagai strategi pendampingan usaha kecil dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan usaha.</p>Lidia OktaviaDela Tri ApidaIsnaini Hartati Muhamad Zikri Fadly Veny Puspita
Hak Cipta (c) 2026 Lidia Oktavia; Dela Tri Apida; Isnaini Hartati; Muhamad Zikri Fadly; Veny Puspita
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-062026-07-0652859410.56135/jsm.v5i2.358Sosialisasi Ekonomi Hijau Berbasis Laudato Si' Menuju Pembangunan Berkelanjutan Di Desa Air Naningan
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/338
<p>Desa Air Naningan memiliki potensi ekonomi pada sektor pertanian dan UMKM, namun menghadapi tantangan degradasi lingkungan akibat penggunaan bahan kimia serta minimnya pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun kesadaran dan inisiatif masyarakat menuju pembangunan berkelanjutan melalui sosialisasi ekonomi hijau yang diintegrasikan dengan nilai-nilai etis dalam ensiklik Laudato Si’. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan teknik ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus kepada 20 peserta yang terdiri dari Petani, Ibu rumah tangga, Pemuda, serta tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem sebagai tanggung jawab moral dan peluang ekonomi dari pengelolaan limbah. Skor <em>self-efficacy</em> peserta meningkat dari kategori sedang 62% menjadi kategori tinggi 79,25%, yang mencerminkan kesiapan masyarakat dalam mengadopsi praktik ekonomi hijau. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk mengubah pola pikir masyarakat dari ekonomi konvensional menuju praktik ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p>Andreas SuhendiNicolaus Agung SuproboVictoria Ari Palma AkadiatiIrene Brainnita OktarinAndy Fitriadi
Hak Cipta (c) 2026 Andreas Suhendi, Nicolaus Agung Suprobo, Victoria Ari Palma Akadiati, Irene Brainnita Oktarin, Andy Fitriadi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-062026-07-06529510410.56135/jsm.v5i2.338 Sosialisasi Pemanfaatan Qr Code Untuk Mempermudah Akses Informasi Dan Layanan Administrasi Desa Di Desa Tiambang Kabupaten Bengkulu Tengah
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/375
<p>Perkembangan teknologi informasi mendorong pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun, masih banyak desa yang menggunakan sistem pelayanan secara manual sehingga akses informasi dan layanan administrasi belum optimal. Hal ini tentu akan berpengaruh dalam pelayanan administrasi desa . Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa tiambang kabupaten Bengkulu tengah ini bertujuan meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam memanfaatkan QR Code sebagai media akses informasi dan layanan administrasi desa. Hal ini dilakukan untuk mempermudah jalannya sistem pelayanan, administrasi, akses informasi yang cepat dan efisien . Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan QR Code, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu membuat dan mengelola QR Code yang terhubung dengan layanan administrasi desa melalui Google Form. Implementasi QR Code mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi dan mengakses layanan secara cepat dan efisien. Kegiatan ini mendukung upaya digitalisasi pelayanan publik di tingkat desa.</p> <p> </p> <p>Kata Kunci: QR Code, pelayanan publik, administrasi desa, digitalisasi desa, pengabdian masyarakat.</p>Ulan DerianaRahmat Al HidayatRomdana RomdanaRiski Kusuma BaktiAgustria Hestiana
Hak Cipta (c) 2026 Ulan Deriana; Rahmat Al Hidayat; Romdana; Riski Kusuma Bakti; Agustria Hestiana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-315210511010.56135/jsm.v5i2.375Sosialisasi Media Pembelajaran Digital Bagi Guru Untuk Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Pembelajaran Anak Usia Dini
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/400
<p class="FirstParagraph" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif;">Perkembangan teknologi digital menuntut guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mampu memanfaatkan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi awal pada lembaga PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI Kabupaten Empat Lawang, pemanfaatan media digital masih belum optimal karena keterbatasan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan serta menggunakan media pembelajaran digital. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, workshop pembuatan media digital, simulasi pembelajaran (microteaching), dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 22 April 2026 di HIMPAUDI Kabupaten Empat Lawang dengan peserta guru PAUD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai konsep media pembelajaran digital, peningkatan keterampilan dalam membuat media digital sederhana seperti PowerPoint interaktif dan video pembelajaran, serta meningkatnya kepercayaan diri guru dalam mengimplementasikan media digital pada pembelajaran. Selain itu, penggunaan media digital berdampak positif terhadap keterlibatan dan minat belajar anak. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan sosialisasi media pembelajaran digital mampu meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran anak usia dini.</span></p>Ela PebrianiDwi RulismiEvryeni Jusmadi
Hak Cipta (c) 2026 Ela Pebriani, Dwi Rulismi, Evryeni Jusmadi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-315211111410.56135/jsm.v5i2.400SOSIALISASI PEMANFAATAN MEDIA GOOGLE FORM UNTUK MENDUKUNG PELAYANAN ADMINISTRASI DESA BERBASIS DIGITAL
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/376
<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong pemerintah untuk melakukan transformasi digital dalam berbagai bidang, termasuk dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi desa. Namun demikian, sebagian besar desa masih menggunakan sistem pelayanan secara manual yang menyebabkan proses administrasi berjalan lambat, kurang efisien, serta membutuhkan biaya operasional yang relatif besar. Kondisi tersebut juga masih ditemukan di Desa Aturan Mumpo yang sebagian besar pelayanan administrasinya masih dilakukan secara konvensional.</p> <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam memanfaatkan media Google Form sebagai sarana pelayanan administrasi desa berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 18 Juni 2026 di Kantor Desa Aturan Mumpo Kabupaten Bengkulu Tengah dengan metode sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, simulasi penggunaan layanan, dan pendampingan implementasi.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perangkat desa mampu membuat dan mengelola berbagai layanan administrasi berbasis Google Form seperti pengajuan surat keterangan domisili, surat keterangan usaha, surat pengantar, formulir pengaduan masyarakat, serta pendataan kependudukan. Pemanfaatan Google Form terbukti mampu meningkatkan efektivitas pelayanan, mempercepat proses administrasi, mengurangi penggunaan dokumen fisik, serta mendukung terwujudnya pelayanan publik yang transparan dan mudah diakses masyarakat.</p>Erlian DwisnuNansi RianinditaYuli YusnitaMulyadi MulyadiSamsul Akmal
Hak Cipta (c) 2026 Erlian Dwisnu; Nansi Rianindita ; Yuli Yusnita; Mulyadi; Samsul Akmal
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-315211512010.56135/jsm.v5i2.376Aparatur Desa Pintar pakai AI : Teknik Prompting dan Editing untuk Pelayanan dan Administrasi Desa yang Profesional (Fokus Penggunaan AI Claude)
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/378
<p>Pelayanan dan administrasi pemerintahan desa sangat erat dengan pekerjaan berbasis teks : surat dinas, notulen rapat, laporan kegiatan, narasi APBDes, pengumuman warga, hingga konten media sosial desa. Beban kerja ini sering kali memakan waktu dan menuntut keterampilan menulis formal yang belum merata dimiliki perangkat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur Desa Pematang Tiga Lama dalam memanfaatkan kecerdasan buatan, khususnya asisten AI Claude, untuk mempercepat dan merapikan pekerjaan administrasi melalui dua keterampilan inti: teknik penyusunan perintah (prompting) dan teknik penyuntingan (editing).</p> <p>Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang memadukan ceramah, demonstrasi langsung, praktik mandiri, serta tanya jawab. Materi disusun dengan kerangka mudah diingat, yaitu rumus PETAF (Peran, Esensi, Tujuan, Acuan, dan Format) sebagai panduan menyusun prompt yang jelas dan lengkap, dilengkapi contoh-contoh prompt siap pakai untuk konteks desa serta penekanan kuat pada etika dan verifikasi.</p> <p>Hasil kegiatan menunjukkan respons dan antusiasme peserta yang baik, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam sesi praktik dan tanya jawab. Peserta memperoleh pemahaman dasar mengenai cara mengakses AI, menyusun prompt yang baik, menyunting hasil secara bertahap, serta sikap kritis untuk selalu memverifikasi hasil sebelum dokumen digunakan secara resmi. Laporan ini juga memuat refleksi yang jujur atas keterbatasan kegiatan antara lain durasi yang singkat, keragaman literasi digital peserta, dan kendala konektivitas disertai rekomendasi pendampingan lanjutan agar manfaatnya berkelanjutan.</p>Devi MarjoyoDesita RahayuHerlinda ReskiSiti YuningsihSepti RindawatiRudi Hartono
Hak Cipta (c) 2026 Devy Marjoyo; Desita Rahayu; Herlinda Reski; Siti Yuningsih; Rudi Hartono
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-315212112610.56135/jsm.v5i2.378DIGITALISASI DESA GENTING DABUK: Langkah Awal Sistem Informasi dan Sosialisasi Kewirausahaan
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/381
<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatar</em> <em>belakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai media informasi publik desa serta masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai administrasi usaha dan pemasaran digital. Kondisi tersebut menyebabkan penyebaran informasi desa belum berjalan secara maksimal dan pengelolaan usaha masyarakat masih dilakukan secara sederhana. Kegiatan ini bertujuan menginisiasi digitalisasi desa melalui pengembangan sistem informasi desa serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan usaha. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, identifikasi kebutuhan digitalisasi desa, penyusunan rancangan awal sistem informasi desa, sosialisasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa telah tersusun rancangan awal sistem informasi desa beserta peta potensi desa sebagai langkah awal digitalisasi. Selain itu, kegiatan sosialisasi memberikan pemahaman kepada peserta mengenai administrasi usaha, legalitas usaha, dan pemanfaatan pemasaran digital dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Meskipun sistem informasi desa belum dapat diimplementasikan secara optimal karena keterbatasan data administrasi desa, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung penyediaan informasi publik berbasis digital sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas pengelolaan usaha</em><em>.</em></p>Gustini GustiniLefi Evti HandayaniMuhammad Bima Eka Putra
Hak Cipta (c) 2026 Gustini; Lefi Evti Handayani; Muhammad Bima Eka Putra; Tri Purwanti; Novi Rahayu
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-315212713610.56135/jsm.v5i2.381Sosialisasi Administrasi Desa Melalui Program Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat di Desa Kota Titik Kecamatan Pematang Tiga Menggunakan Aplikasi Camscanner dan Google Drive
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/385
<p>Pengelolaan administrasi desa merupakan aspek penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan transparan. Namun, masih terdapat kendala dalam pengarsipan dan pengelolaan dokumen di tingkat desa, terutama dalam hal digitalisasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa melalui sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi CamScanner dan Google Drive sebagai sarana digitalisasi administrasi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan aparatur desa dalam mengelola dokumen secara digital, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas pelayanan publik di Desa Kota Titik Kecamatan Pematang Tiga.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci: Administrasi Desa, Digitalisasi, Camscanner, Google Drive, Pengabdian Masyarakat</strong></p>Yohanes SusantoSudriyanti PutriMuhammad SholihinAmrullah AmrullahRijalul Fhikri
Hak Cipta (c) 2026 Yohanes Susanto; Sudriyanti Putri; Muhammad Sholihin; Amrullah; Rijalul Fhikri
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-315213714210.56135/jsm.v5i2.385Cakap Dalam Menggunakan Teknologi Informasi Digital dan Memanfaatkan Layanan Publik (Online) Serta Peluang Bisnis Digital
https://jurnal.stiabengkulu.ac.id/index.php/jsm/article/view/327
<p>Good governance and quality public services are inseparable from government organizations, particularly sub-districts. This is because in sub-districts, residents can interact directly with the government. This study aims to: 1) determine the implementation of good governance principles in public services at the Segala Mider Village Office, Tanjung Karang Barat District, Bandar Lampung City; and 2) identify the factors that hinder the application of these principles. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, documentation, and literature study. The results show that the implementation of good governance principles at the Segala Mider Village Office has been quite satisfactory. The principle of accountability is applied through clear service procedures and a structured performance reporting system. The rule of law principle is implemented through fair, non-discriminatory, and free services with no charges. The transparency principle is realized through the provision of information on bulletin boards, banners, and online media. The openness principle is implemented by providing community access to submit criticism and suggestions. The main inhibiting factor is inadequate facilities and infrastructure, including limited electronic equipment, uncomfortable waiting rooms and air conditioning facilities, as well as other suboptimal supporting facilities. These obstacles impact the speed, comfort, and efficiency of public services</p>Dhika AlfatahBambang SutiknoAzuwandri AzuwandriRidianto RidiantoMedi Aftono
Hak Cipta (c) 2026 Dhika Alfatah; Bambang Sutikno; Azuwandri; Ridianto; Medi Aftono
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-312026-07-315214315010.56135/jsm.v5i2.327