Peran Generasi Muda Dalam Pemberitaan Isu Lingkungan Untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Penulis

  • Fajar Sasor Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Lampung
  • Lies Kumara Dewi Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Lampung
  • Henni Kusumastuti Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Lampung
  • Neysa Amallia Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Lampung
  • Erwin Putubasai Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Lampung

DOI:

https://doi.org/10.56135/jsm.v5i2.351

Kata Kunci:

Pemberitaan Isu Lingkungan, Pembangunan Berkelanjutan

Abstrak

Krisis lingkungan di Indonesia, termasuk Bandar Lampung, menuntut peran aktifmasyarakat terutama pada generasi muda. Pemberitaan Isu Lingkungan (Jurnalisme lingkungan) berperan menjembatani fakta ilmiah yang kompleks dengan pemahaman publik serta mendorong perubahan perilaku dan kebijakan  pro-lingkungan.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pemberitaan isu lingkungan siswa SMAN 1 Bandar Lampung,membekali keterampilan praktis peliputan, menumbuhkan kesadaran terhadap isu lokal, dan mendorong konten media sekolah berwawasan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan 17 Desember 2025(09.00-12.00 WIB) dengan ceramah interaktif, diskusi kelompok,praktik lapangan (observasi dan wawancara), serta demonstrasi penulisan berita dengan diikuti 125 siswa. Hasil menunjukkan 82%peserta mampu menulis berita berstruktur (judul, lead, isi, penutup)dan 74% mencantumkan minimal empat dari enam unsur5W+1H.IIsu sampah plastik paling sering diangkat, selaras dengan temuan Environmental Outlook 2025 yang menunjukkan sampah sebagai perhatian utama generasi muda.Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim),dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Simpulan dari pelatihan jurnalisme lingkungan berbasis praktik lapangan efektif ini membangun kesadaran ekologis dan keterampilan literasi kritis pada generasi muda.

Referensi

Abrar, A. N.(2018).Mengenal Jurnalisme Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Bappenas. (2025). Indonesia-United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF)2026-2030.Jakarta:Kementerian PPN/Bappenas.

Gautama, C. (2014). 34 Prinsip Etis Jurnalisme Lingkungan: Panduan Praktis untuk Jurnalis.Jakarta:Kepustakaan Populer Gramedia.

Haryanto, I. (2019). Etika Jurnalisme Lingkungan di Era Disrupsi Informasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Institut Hijau Indonesia. (2025). Environmental Outlook 2025: Pemuda di Tengah Krisis; Telaah Persepsi Menata Solusi. Jakarta: Institut Hijau Indonesia.

Kosasih,E.(2021).Tata Tulis Jurnalistik untuk Pemula. Bandung: Yrama Widya.

Santana K., S. (2017). Jurnalisme lingkungan sebagai advokasi publik: Studi kasus pemberitaan kebakaran hutan di media nasional. Dalam A. Widodo (Ed.), Komunikasi dan Kebencanaan di Indonesia(hlm.89-107).Bandung: Remaja Rosdakarya.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-23

Cara Mengutip

Sasor, F., Kumara Dewi, L., Kusumastuti , H., Amallia , N., & Putubasai, E. (2026). Peran Generasi Muda Dalam Pemberitaan Isu Lingkungan Untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Semarak Mengabdi, 5(2), 79–84. https://doi.org/10.56135/jsm.v5i2.351

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama