Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu (Studi Kasus Tentang Efektivitas dan Tantangan)
DOI:
https://doi.org/10.56135/jsb.v12i1.294Keywords:
Implementasi, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Efektivitas, Tantangan, Kecamatan Ratu SambanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, serta mengidentifikasi efektivitas dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Program BPNT merupakan salah satu bentuk transformasi kebijakan sosial pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan ketepatan sasaran, efisiensi, dan transparansi penyaluran bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) melalui mekanisme non-tunai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pihak Dinas Sosial, aparatur kecamatan, pendamping sosial, serta penerima manfaat BPNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program BPNT di Kecamatan Ratu Samban secara umum berjalan cukup efektif. Program ini telah mampu meningkatkan kemudahan akses bantuan, ketepatan sasaran, serta mendorong penggunaan sistem digitalisasi bantuan sosial. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi di lapangan, antara lain gangguan teknis pada mesin EDC di e-warong, keterbatasan pemahaman teknologi bagi penerima lansia, serta faktor sosial budaya yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap bantuan non-tunai. Dari aspek efektivitas, indikator ketepatan sasaran, ketepatan waktu, dan kepuasan penerima menunjukkan hasil yang positif, sementara aspek administratif dan teknis memerlukan peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak bank penyalur.
References
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, serta mengidentifikasi efektivitas dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Program BPNT merupakan salah satu bentuk transformasi kebijakan sosial pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan ketepatan sasaran, efisiensi, dan transparansi penyaluran bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) melalui mekanisme non-tunai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pihak Dinas Sosial, aparatur kecamatan, pendamping sosial, serta penerima manfaat BPNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program BPNT di Kecamatan Ratu Samban secara umum berjalan cukup efektif. Program ini telah mampu meningkatkan kemudahan akses bantuan, ketepatan sasaran, serta mendorong penggunaan sistem digitalisasi bantuan sosial. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi di lapangan, antara lain gangguan teknis pada mesin EDC di e-warong, keterbatasan pemahaman teknologi bagi penerima lansia, serta faktor sosial budaya yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap bantuan non-tunai. Dari aspek efektivitas, indikator ketepatan sasaran, ketepatan waktu, dan kepuasan penerima menunjukkan hasil yang positif, sementara aspek administratif dan teknis memerlukan peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak bank penyalur.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurhalimah, Bambang Sutikno, Sudriyanti Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



