KOLABORASI ANTAR STAKEHOLDER DALAM PELAKSANAAN FESTIVAL TABUT (Studi Kasus Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu)

Authors

  • Anisa Difenta Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bengkulu
  • Bambang Sutikno Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bengkulu
  • Desita Rahayu Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.56135/jsb.v12i2.371

Keywords:

Kolaborasi, Stakeholder, Festival, Tabut

Abstract

Setiap tahunnya, Festival Tabot yang diselenggarakan oleh berbagai pihak merupakan warisan budaya Bengkulu. Berdasarkan teori kepemimpinan kolaboratif Ansell dan Gash (2007), yang meliputi proses kolaboratif, kepemimpinan fasilitatif, kondisi awal, dan desain kelembagaan, tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan berbagai bentuk kolaborasi antar pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Festival Tabot. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Pemangku kepentingan dalam penelitian ini termasuk tokoh adat, masyarakat lokal, Dinas Pariwisata, dan Yayasan Tabot Bengkulu melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan terjalin secara dinamis dan partisipatif, ditandai dengan komunikasi yang terbuka, pembagian peran yang jelas, dan komitmen untuk melestarikan budaya Tabot. Namun, ada tantangan seperti keterbatasan dalam koordinasi dan anggaran.Secara keseluruhan, kerja sama ini menunjukkan praktik kerja sama pemerintahan, yang sangat penting bagi keinginan Festival Tabot di Bengkulu.

References

Andari, R, D Saputra, and A Fauzi. 2020. “Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan Di Indonesia.” Jurnal Pariwisata Dan Budaya 5 (1): 45–58. https://doi.org/10./jpb.2020.

Andrades, Lucia, and Frederic Dimanche. n.d. “Destination Competitiveness in Collaborative Contexts: Conceptual Model and Empirical Evidence.” Journal of Destination Marketing &.

Ansell, Chris, and Alison Gash. 2008. “Collaborative Governance in Theory and Practice.” Journal of Public Administration Research and Theory 18 (4): 543–71. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032.

Aref, Fariborz, and Ma’rof Redzuan. 2022. “Social Capital and Collaborative Tourism Development.” Sustainability 14 (7): 4229. https://doi.org/10.3390/su14074229.

Aviandy, M, and F M Nugraha. 2025. “Bengkulu’s Tabot Tradition: The Hidden Framing of Contesting Celebration Narratives.” Cogent Arts & Humanities 12 (1): 2474879. https://doi.org/10.1080/23311983.2025.2474879.

Bengkulu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi. 2023. “Laporan Strategi Pelibatan Masyarakat Pada Festival Tabot.” Disbudpar Provinsi Bengkulu.

Bramwell, B, and B Lane. 2011. “Critical Research on the Governance of Tourism and Sustainability.” Journal of Sustainable Tourism 19 (4–5): 411–21. https://doi.org/10.1080/09669582.2011.580586.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Difenta, A., Sutikno, B., & Rahayu, D. (2026). KOLABORASI ANTAR STAKEHOLDER DALAM PELAKSANAAN FESTIVAL TABUT (Studi Kasus Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu). Jurnal Stia Bengkulu : Committe to Administration for Education Quality, 12(2), 309–320. https://doi.org/10.56135/jsb.v12i2.371

Issue

Section

Artikel

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>